Selasa, 20 Agustus 2019

Renungan HUT RI Ke-74



"Jika kalian tidak pernah tahu rasanya memperjuangkan kemerdekaan. 
Sungguh, para pejuang tahu bagaimana kalian merasakan kemerdekaan". 

Suasana HUT RI masih hangat. Tahun 2019 ini tahun ke-74 Indonesia merdeka. Dimana-mana, diseluruh penjuru Tanah Air merayakannya. Diawali dengan menggelar upacara peringatan Kemerdekaan 17 Agustus di kantor-kantor, di lapangan dan ditempat-temat yang memungkinkan untuk dilaksanakan upacara. Lalu disusul dengan hiburan dan berbagai perlombaan. Semua tertawa, semua gembira, semua bersenang-senang sambil berteriak MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA!. Bahkan anak-anak kecil yang belum mengetahui sejatinya makna kemerdekaan pun lantang berteriak, MERDEKA !.

Merdeka bagi bocah-bocah kecil adalah karena hari ini bebas, tidak masuk sekolah, bisa bermain bersama teman-teman dan bebas mengikuti berbagai perlombaan yang diselenggarakan di kampungnya atau di sekolahnya.  Lomba panjat pinang, makan kerupuk, tarik tambang, balap karung dan masih banyak lagi jenis lomba-lomba tradisional yang khas diselenggarakan  setiap memperingati HUT Kemerdekaan RI.  Atau lebih populer disebut dengan ‘lomba Agustusan’.

Kegembiraan yang dirasakan masyarakat disetiap tanggal 17 Agustus adalah hasil dari apa yang dicita-citakan para pejuang Republik Indonesia pada zaman dahulu. Setiap tawa yang diperlihatkan para bocah Indonesia di hari ini, selalu ada leluhur yang mengamati dan ikut senang karenanya. Senang karena perjuangannya membuahkan hasil, dan tidak sia-sia segala waktu, harta, keluarga dan nyawa yang telah ia korbankan.

Kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Artinya seluruh manusia, dimuka bumi ini memiliki hak yang sama untuk merdeka. Merdeka dari penjajahan adalah yang paling utama. Lalu merdeka dari kebodohan, merdeka dari kemiskinan, merdeka dari diskriminasi, merdeka dalam berfikir dan berpendapat, tidak didikte dan bebas dari intimidasi.

Para veteran yang masih ada saat ini adalah sisa-sisa saksi hidup masa perjuangan. Setiap tahun, dalam setiap momen hari kemerdekaan RI, para veteran selalu mendapatkan tempat untuk mengikuti upacara. Dan tempatnya selalu didepan, disebelah kiri, sebaris dengan tamu-tamu VVIP. Dari kursinya, pra veteran pun tajam mengamati masyarakat yang hadir dengan rona suka dan cita. Wajah riag dan penuh suka yang terpancar ditengah masyarakat, itu adalah cita-citanya dulu.

Tanpa kata-kata, tanpa bersuara, hanya diam, tanpa ekspresi para veteran itu memberikan penilaian setelah 74 tahun RI merdeka. Juga akan tetap diam ketika melihat hasil kemerdekaan seperti disia-siakan oleh generasi muda yang lebih senang dan larut dalam kesenangan yang tidak bermanfaat.

“Merdeka jangan hanya diisi dengan bersuka-suka, apalagi sesuka-suka,” itulah pesan yang ingin diampaikan oleh para veteran. Isilah Kemerdekaan dengan Pembangunan yang bermanfaat dan bermartabat. Bangun Generasi yang tangguh dengan mengedepankan ilmu serta teknologi. Ciptakan generasi yang cerdas, manfaatkan kekayaan alam dengan terukur dan terstruktur guna mewujudkan Indonesia yang makmur.

Sebagai generasi penerus, kita harus berterimakasih kepada para pejuang, termasuk kepada para veteran yang masih ada. Terimakasih yang tidak hanya diwujudkan dengan lisan. Tidak pula dengan memberikan sagu hati berupa cinderamata atau uang, karena itu bukan ukuran. Berterimakasihlah dengan cara tidak menyia-nyiakan setiap pengorbanan dan perjuangan mereka. Setiap keringat yang mereka teteskan adalah emas, apalagi harta, darah serta nyawa.

Berterimakasihlah karena sekarang tidak lagi ada dentuman bom disaat anak-anak sedang bersepeda dan bersenda tawa di halaman rumahnya. Tidak ada lagi mendengar rengekan dan tangisan anak-anak  karena orangtuanya ditarik-tarik oleh pasikan penjajah  lalu dibunuh, hanya karena dicap pemberontak, padahal mereka hanya menginginkan hidup merdeka.

Merdeka!!. Hari ini kemerdekaan dari penjajahan memenag sudah kita raih, sehingga kita tidak perlu lagi bersusah-susah mengangkat senjata dan turun ke medan pertempuran. Yang perlu kita lakukan adalah mengisi kemerdekaan dengan penuh tanggungjawab.

Jika kalian tidak pernah tahu rasanya memperjuangkan kemerdekaan. Sungguh, para veteran tau bagaimana kalian merasakan kemerdekaan.(***)
   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar